ORIENTASI ANTROPOLOGI KEBIJAKAN DAN PRAKTEK

Buku ini menggaris bawahi tentang lapangan praktek dan terapan dari ilmu antropologi bahwa seraca langsung praktek menyajikan kelompok dan organisasi dalam masyarakat. Hal ini memperkuat bahwa antropologi tidak membatasi ilmu mereka, tidak membahas hal-hal yang kuno saja. Mereka juga bias berkomentar tentang isu-isu social, pembangunan, kesehatan, krisis ekonomi dll, dimana mereka membahas secara luas, dalam, mendasar dan holistic dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Disamping itu antropologi juga diilhami rasa empati agar dapat memahami secara esensi apa sebenarnya masalah yang dihadiapi masyarakat.
Untuk mencapai itu semua kita harus member perhatian penuh kepada kebijakan dan analisa.  Ini merupakan hal yang penting untuk menginspirasi antropolog agar meningkatkan institusi atau pranata, kelompok atau masyarakat yang hidup  untuk memahami seluruh cara formal dan informal dalam pengambilan keputusan agar dapat melihat secara bijaksana.
TIPE-TIPE ANTROPOLOGI
Pertama, kita terkait dengan Antropologi sosio-kultural, sub-disipline ini berhadapan dengan isu-isu kontemporer masyarakat yang diulas secara komparasi dan perspective yang menyeluruh, jadi ia tidak membahas tentang arkeologi, linguist dan antropologi ragadi dimana mereka memiliki lahan yang pasti pula untuk menerapkan ilmu antropologi.
Tapi, kebanyakan dari antropologi terapan hadir melalui cabang sosio cultural. Dalam sosio cultural kita bias melihat secara kontuniu bahwa agar dpat bijaksana, maka dari teori antropologi sampai penelitian masalah-masalah social, kita harus melakukan antropologi terapan.
Mengacu pada informasi dan teori antropologi secara mendasar bahwa ada ratusan penggalan-penggalan penelitian etnografi dimana satu masyarakat dengan lainnya memiliki aspek-aspek dan masalah social yang berbeda. Tapi seluruh masalah dan kajian studi tersebut di kodifikasi, dianalisis bahwa hal tersebut berbeda karena kepercayaan, nilai dan pranata masyarakat.
Harris dan Voget berpendapat bahwa teori dan tipe antropologi akhirnya dihasilkan dari keadaan masyarakat.
Secara umum, antropologi di pisahkan antara 2 kubu yaitu antropologi academic dan antropologi terapan. Kedua-dua bidang tersebut memiliki pekerjaaan yang berbeda, mereka menunjukkan bahwa sudah terlalu banyak berbicara tentang isu-isu social walaupun tidak semua isu dapat diterapkan karena penulis akan memilih sendiri isu yang akan ia teliti.
Selanjutnya, kebijakan analisis. Pekerjaan ini difrekuensikan dikerjakan oleh orang-orang yang berada di institusi akademik, namun ada analisis langsung yang berkaitan dengan nilai dan struktur social  dalam pengambilan keputusan institusi yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah social dan masyarakat.
Maksud dari tujuan antropologi terapan adalah untuk menyediakan backround social dan budaya  pada masyarakat. Tapi secara normal masyarakat mengarapkan rekomendasi yang kongkrit untuk maksud yang terspesifikasi.
Antropologi terapan mendapat nama pada tahun 1970. Hal ini mengacu pada latihan pekerjaan antropologi  siapa yang ingin mengaplikasikan skil dan ilmunya setiap waktu diluar dari tujuan ilmu antropologi secara akademik. Antropolog dalam prakteknya berorentasi pada aksi, administrasi dan implementasi, bukan hanya critic yang terefleksi dimana saja mereka melakukan penelitian. Butuh penilaian, evaluasi dan dampak  pada program dan pelayanan yang bermanfaat dimana tidak memiskinkan masyarakat dalam aspek apapun.
BAGAIMANA CARA MENGHUBUNGKAN  ANTROPOLOGI TERAPAN DENGAN TEORI ANTROPOLOGI?
Pada tahun 1930 dan selama perang dunia ke-II, di a amerika serikat , antropologi terapan dan teori antropologi  berapa pada hubungan yang tertutup. Namun pada tahun 1970 sampai sekarang antropologi terapan lebih berkembang dari pada teori antropologi itu sendiri, dimana para ahli antropologi terapan merespon siapa yang membutuhkannya, artinya peneliti meneliti sesuatu bukan karena keingintahuannya. Tapi krn permintaan orang.
Agar tidak saling bersebrangan, salah seorang antropologi mengusulkan agar antropologi terapan masuk kedalam sub-disiplin yang ke-5 dalam antropologi, kemudian harus memfokuskan pada perkembangan teori  dalam antropologi disekitar isu-isu kebijakan.  Namun pada tahun 1980 antropologi terapan mendapat banyak perhatian sehingga terbentuk (NAPA) National Asosiation for the Practice of Anthropologi di amerika.
Ketika memberi usulan bahwa teori harus dikembangkan sesuai dengan isu kebijakan, maka chamber memberi peringatan kita bahwa kita harus membedakan antara analisis kebijakan dan membuat kebijakan.
Pendekatan lain yang menjembatani gab antara teori antropologi dan antropologi terapan disebut pendekatan  praxis. Pendekatan ini dalam antropologi terapan membutuhkan  perkembangan metodologi.
Kunci dari penekanan buku ini adalah mengeksplorasi secara luas variasi dari keadaan masyarakat non tradisional dan non academic di amerika utara  dan organisasi dengan menggunakan alat-alat terapan  dan beberapa perspektif dimana akan difokuskan pada isu-isu kebijakan.



0 comments:

Post a Comment

 
Advertise
300x250
Here

Ads by Seocips.com

About