TRACKING AIR TERJUN NYARAI, LUBUK ALUNG, PARIAMAN

                Halo temen-temen backpacker semuanya. Semoga selalu ada budged untuk kelayapan ya..haha. buat  sahabat backpacker yang suka dengan keindahan alam dan hobi tracking, temen-temen sumua mesti coba salah satu tempat wisata baru di Sumatra Barat yaitu air terjun Nyarai, bahasa kerennya Green Canyon di Lubuk Alung, Pariaman. Tidak terlalu sulit untuk menemukan posko objek wisata ini. kalau kita dari Padang, silahkan berhenti setelah pasar (Pajak) Lubuk Alung, sebelum sampai mesjid  ada simpang 3 dan kita belok ke kanan. jarak Dari simpang  ke posko kurang lebih 4-5 kilo meter dengan waktu tempuh 15-20 menit dengan menggunakan Sedepa motor.  Dalam perjalanan nanti kita akan mendapati bendungan, setelah jumpa bendungan kita belok kanan dan ikuti terus jalan yang ada sampai kita masuk ke korong  Salibutan. kondisi jalan tidak terlalu baik dan naik turun tapi itu tidak akan jadi rintangan kalau kita bersemangat(jadi teringat iklan one heart,hahaha), so  hati-hati di jalan. Kalau sulit mengikuti arahan saya silahkan tanya-tanya ke masyarakat bak kata pepatah “malu bertanya sesat di jalan, kebanyaan tanya malu-maluin”,heheehe.

              Memasuki posko, kita akan diarahkan ke meja registrasi (kayak seminar aja, hehe) disana kita harus membayar uang masuk beserta  biaya Guide sebesar Rp20.000 per-orangnya, cukup murah. Oh ya, perlu di ketahui kalau masyarakat Minangkabau itu hidup dalam struktur masyarakat yang disebut nagari (kalau di luar Sumbar namanaya desa) yang terdiri dari wali nagari, pemuda,pemuka adat, pemuka kaum, tokoh agama dan lain-lain, dan objek wisata air terjun Nyarai ini merupakan objek wisata Nagar, artinya sumuanya dimanagement  dan di organisir oleh nagari itu sendiri, dana yang terkumpul juga diberdayakan untuk nagari. So guide-guide yang menemani pengunjung merupakan pemuda setempat. kata guide yang menenmani kami, objek wisata ini baru dibuka untuk umum 2 tahun terakhir tapi mulai boomingnya 1 tahun terakhir (tahun 2013). Tp menurut analisis saya, tempat ini sudah ditemukan pada awal tahun 1958-an. Nanti akan saya jelaskan apa yang mendasari analisis saya ini. (aseek...ilmiah banget kan ya)

             Disini kita akan diberangkatkan perkelompok,kalau kita tidak punya kelompok atau berangkat sendiri ya kita akan dimasukkan ke kelompok lain. Fahri pergi ke sini bersama keluarga di Paguyuban Karya Salemba Empat, kami berangkat ber- sembilan orang termasuk fahri, selain fahri ada Tari, Mutia, Tito, Yogi, Bayu, Hengky, Mutia (Kedokteran) dan taufik. Satu kelompok akan dipimpin dan ditemani oleh 2 (dua) orang guide dan yang menjadi guide kami ketika itu adalah  Uda Yanda dan uda yang pakai sepatu gambir (saya lupa namanya, hehe).

Ini dia Kelompok "One Heart yang" (penulis menggunakan kaos Backpacker Indonesia)

Ini salah satu Guide kami, Namanya Yanda, uda Yanda.


             Memulai perjalanan kita akan disuguhi pemandangan yang biasa saja, hehe. Setelah 15 menit  dan menjumpai sungai, barulah kita memulai perjalanan yang sesungguhnya.  Perjalanan dari posko (pendaftaran) ke air terjun memakan waktu kurang lebih 2-3 jam, pulang pergi  kurang lebih 5-6 jam. Baiknya sebelum memulai tracking kita sudah latihan atau pemanasan kecil-kecilan dan memperkirakan cuaca serta mempersiapkan bekal untuk makan siang yang dibawa dari rumah atau kost.

             Ketika kami kesini, cuaca tidak mendukung. Kami pergi pada awal januari, tepatnya pada musim hujan. Selain itu, banyak pengunjung lain yang mengalami keram pada kaki karena tidak ada pemanasan sebelum berangkat, yang akhirnya memperlambat laju ke lokasi. Yang paling parah lagi, temen-temen jangan salah kostum. Ini terjadi pada rombongan kelompok lain. masak pake high hils, pake rok panjang dan pake tas jinjing, (emang mau ke BASKO buk...haha) akhirnya rempong kan jatuh-jatuh dan roknya habis kotor semuanya.

             Rute tracking untuk sampai ke air terjun melewati Lubuk Ngungun,bukit Janjang Kambiang, Aia batu Pacah, Panyabrangan dan berakhir di air terjun Nyarai. Selama di perjalanan kita aja disuguhi pemandangan yang spektakuler, bumi yang lembab menambah dramatisasi perjalanan. Selain itu kita akan mendapati  berbagai sungai kecil yang jernih dan bersih. Jalan yang naik turun yang memicu adreanalin. Oha ya di jalan nanti kita akan menemui batu yang tergantung, menarik untuk foto-foto disini. Selain itu ada juga ngalau di salah satu sungai kecil yang kita lewati. Kalau tidak membangun komunikasi yang baik dengan giude, batu gantung dan ngalau tadi bisa-bisa terlewati begitu saja. Sepertinya objek wisata ini juga sedang di galakkan oleh pemerintah karena sepanjang perjalanan kita akan banyak menemui bibit-bibit pohon mahoni.

bibit-bibit mahoni yang ditanam sepanjang jalan tracking

Yang paling menarik adalah situs makam sebelum sampai ke air terjun. Makam itu panjang, tidak seperti makam pada umumnya. Menurut masyarakat setempat, itu adalah makam salah seorang aktifis PRRI yang lari dan wafat di sana karena dianggap pemberontak dan di buru aparat negara, tidak diketahui secara pasti apakah ia dibunuh atau wafat dimakan hewan buas atau malah sakit. Mendapati makam ini naluri antropologiku jalan. Seandainya makam tersebut memang makam akfitis  PRRI, maka objek wisata ini sudah didapat pada tahun 1958an karena pada tahun itu PRRI mulai bergerak. Tapi itu semua masih asumsi saya yang sangat dangkal perlu  penelitian lebih lanjut.
Oke, kita lanjut cerita. Sebelum sampai ke air terjun kita akan menyebrangi sungan 2 kali, yang pertama itu memang menyebrang dengan menahar arus air dan yang selanjutnya itu menyebrang dengan menggunakan kayu besar. Saling berpegangan dan konsentrasi, kalau enggak bisa basah hahaha.

Makam salah seorang aktifis PRRI 1958

nyebrangnya hati-hati, utamakan yang cewek


Setelah hampir 3 jam perjalanan, surga itu mulai terlihat. Aku bersyukur bisa melihat salah satu keindahan alam ini dan berasumsi bahwa masih banyak lagi objek wisata amazing yang belum ditemukan di belantaran hutan sana. Pada saat ke sini kondisi airnya tidak sehijau yang diinginkan karena air cukup deras ditambah lagi musim hujan. Tapi tidak masalah semuaanya terbayarkan dengan berenang ria di nyarai ini. oh ya. Selain air terjun ini, ada tempat menarik lagi diatas air terjun itu. Batu yang diatasnya merupakan sumber air dari air terjun itu. Kata guidenya airnya higenis dan sudah di uji jadi langsung bisa diminum, tempat ini sangat strategis untuk solat, makan dan main-main air menunggu pengunjung yang dibawah semakin berkurang. Sungai dibawah air terjun ini sangat dalam, ketika lompat saja dari ketinggian kaki tidak bisa menyentuh dasar dari sungai tersebut. Untuk temen-temen yang tidak bisa berenang lebih baik jangan loncat dan pura-pura berenang karena bahaya bisa fatal. Tp disini ada yang ngejagain kok. Kalau hari mulai gerimis dan air mulai keruh, penjaga yang itu menghimbau agar kita keluar dari air takut ada air besar datang dari atas. 

TIPS:
  • JANGAN SALAH KOSTUM KARENA KITA BUKAN KE BASKO (NO ROK, CELANA LIE, TAS JINJING APALAGI HIGH HILS
  • HARI SENIN-JUMAT MERUPAKAN WAKTU YANG  STRATEGIS AGAR TIDAK TERLALU RAMAI
  • BANGUN KOMIKASI YANG BAIK SESAMA ANGGOTA
  • LETIH 1 ORANG, BERHENTI SEMUANYA
  • PAKAILAH SEPATU ATAU SENDAL GUNUNG
  • JANGAN BAWA GADGED YANG BESAR (SEP. LAPTOP, TABLET)
  • BAWALAH AIR SECUKUPNYA  DAN BEKAL UNTUK MAKAN SIANG DI AIR TERJUN
  • JANGAN BUANG BOTOL MINUMAN KARENA BISA DIISI ULANG DI SUMBER AIR TERJUN
  • USAHAKAN LATIHAN FISIK (JALAN PANJANG ATAU LARI) SEBELUM MEMULAI TRACKING, KALAU TIDAK BADAN AKAN TERASA NGILU DAN PAGAL-PEGAL SETELAH TRACKING
  • BAWALAH PLASTIK ASOI (KANTONG PLASTIK) UNTUK MENYIMPAN HP DAN PLASTIK BESAR UNUK YANG BAWA SLR  MENGINGAT KONDISI CUACA DI NYARAI TIDAK BISA DISA DIPREDIKSI
  • FOTO-FOTO BAIKNYA SETELAH PULANG DARI LOKASI AGAR TIDAK MEMAKAN WAKTU LAMA DI JALAN
  • BANGUNLAH KOMUNIKASI YANG BAIK DENGAN GUIDE INSYAALLAH DIKASI PLUS-PLUS (INFORMASI LEBIH)
  • SETELAH MANDI PERIKSA KEMBALI BADAN ANDA MANA TAU ADA PACAT ATAU LINTAH
  • JANGAN CORET-CORET SEMBARANGAN KARENA BISA DI MARAHI GUIDE.
Semoga tulisan ini bisa menjadi pedoman buat temen-temen yang ingin tracking dan menikmati air terjun Nyarai di lubuk Alung. Semoga bermanfaat. Salam Ransel, Salam Backpakcer.

kalau perginya di musim hujan ya pasti becek-becean

letih 1 orang, istirahat semuanya

setelah istirahat, jalan lagi dengan penuh semangat

yang cowok juga gak mau kalah narsis

ini dia batu gantung yang ku ceritaain, bangun komunikasi dengan baik, nanti dikasi bonus ini hehe

ini penyebrangan ke 2 dengan sebatang kayu besar biasanya wajah yang tadinya kusam kini ceria, karena air terjunnya udah kelihatan

penulis di Air terjun Nyarai

depot air minum yang higenis, botol minuman jangan di buang karena bisa di isi ulang disini

jangan lupa bawa bekal makan siang.

kalau di lokasi orangnya rame banget, main air aja disini




kalau orangnya udah sepi, baru kita nyebur

lebih sepi lebih asyik

ya tuhan....anak siapa ini? ganteng sekali


  

5 comments:

  1. Jadi itu makam pejuang toh.
    Haha kocak banget itu yg trekking pake high heels dan rok panjang :D

    ReplyDelete
  2. nice, terima kasih Uda Habib untuk infonya, Insyaallah kami akan kesana juga :D

    ReplyDelete
  3. Di sumatra barat air terjun nya itu ya guys

    ReplyDelete
  4. iya...
    ini salah satunya, yang lain banyak kok, tp ini yang lagi naik daun...

    ReplyDelete
  5. Air Terjun Nyarai benar benar tempat wisata yg eksotik yg ada di sumatra barat..

    ReplyDelete

 
Advertise
300x250
Here

Ads by Seocips.com

About