LOST IN PENANG

        Dengan menenpuh perjalanan selama  3 jam, akhirnya kami tiba di Penang, akhirnya aku melewati jembatan penyebrangan yang terkenal itu. Ya, Penang Bridge. 

       Penang Bridge adalah jalan raya yang menghubungkan Gelugor di pulau Penang dengan Seberang Prai di daratan utama Malaysia di Semenanjung Malaya. Jembatan ini juga terhubung dengan North-South Expressway di Prai dan Jelutong Expressway di Penang. Jembatan yang resmi dibuka untuk lalu lintas umum pada tanggal 14 September 1995 ini memiliki total panjang sekitar 13,5 km (8,4 mil). 

              Sesuai dengan itenerary  yang udah kami susun, kami berhenti di jalan George Town, tepatnya di Qamtar Walk. Disana ada beberapa agent  yang menjual tiket ke berbagai daerah juga, so kami langsung aja beli tiket ke Kuala Lumpur untuk Malam hari dengan harapan besok pagi sudah sampai di Kuala Lumpur. Disini juga terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, ketika kami menawar harga tiket ke KL, ibuk itu cuap cuat pake urat sambil bilang “ini bukan Indonesia yang lu boleh tipu urang”, padahal kami kan gak ada niat nipu, Cuma nawar mana tau harganya bisa di goyang, hehe.

         Setelah membeli tiket dan menitipkan tas di kantor agent tersebut kami mulai menyusuri Kota Penang yang  di tetapkan sebagai World Haritage Town oleh UNESCO. Perjalanan ini kami setting dengan menyesatkan diri, hehe. Tapi tenang aja, di Penang ada Bus yang diberdayakan oleh pemerinyah malaisya untuk masyarakat, jadi busnya gak bayar. Asik kan. 

         Dengan lengan yang gelap karena terbakar matahari, kami mulai menyusuri satu-persatu tempat-tempat menarik yang ada di Penang dan destinasi pertama adalah Mesjid Kapiten Keling,  mesjid ini terletak di jalan Mesjid Kapiten Keling yang kebetulan menang rute dari bus gratis. Mesjid bersejarah ini awalnya dibangun oleh orang-orang India Muslim yang menetap di Penang pada abad 18. Awalnya Cauder Mohudenn (kapitan Keling) meminta sebidang tanah untuk dibangun mesjid kepada Inggris. Di mesjid ini kami solat Zuhur senejak.

         Karena Penang merupakan Salah satu World Haritage Town, kami sepakat untuk menyusuri Penang dengan berjalan kaki. Sangat banyak pemandangan-pemandangan yang menarik dan unik mulai dari  bangunan-bangunan dengan gaya Eropa dan Cina, bagasa dan cara berpakaian. Penduduk penang sendiri terdiri dari berbagai suku bangsa yaitu India, Cina dan Masyarakat Melayu Sendiri.

         Selain kelayakan cari tempat-tempat yang menarik, pastinya tidak lupa juga kami untuk hunting kuliner yang ada di penang mulai dari Nasi Kandar, Cendol , mie goreng dan berbagai oleh-oleh khas Penang atau Malaisya. Harganya berfariatif, pandai-pandai kita memilih.

Setelah kelayapan seharian kelayapan,  kami kembali lagi ke kantor agent travel langsung tancap gas ke Kuala Lumpur.

 ini salah satu hal yang menarik dimana mereka menggunakan jilbab dengan memakai baju lengan pendek





 ini beberapa hal yang menarik juga untuk di lihat, pasti ketawa-ketawa deh


Mesjid Kapitan Keling

Tempat Ibadah Agama Sikh India

Daerah Pecinaan di Penang

Famous Church in Penang (aku lupa namanya)

Salah satu bank tempatku menabung ada di Penang, Malaysia

Cendol, lumayan lah....

Bangunan-bangunan lama ala China di Penang

salah satu klanteng yang terkenal di Penang

aku gak tau ini apaan tapi keren.

dermaga, tempat melihat kedatangan dan kepergian kapal

bangunan-bangunan gaya Eropa di Penang.

temen-temen mesti coba ne

salah satu tempat jajanan oleh-oleh yang ramah pengunjung



1 comments:

 
Advertise
300x250
Here

Ads by Seocips.com

About