Phuket, Iam Coming......

          Dari pelbagai diskripsi referensi yang kudapat, Phuket merupakan tempat wisata yang sangat memukau apalagi pantainya. Kami ke phuket menggunakan bus Doble Daker (itu tu, bus yang dua tingkat), busnya bangus banget, Tp ac-nya men....kagak nahan, dingin banget. Sebelumnya kami memang udah mesan tiket Bus di salah satu agen travel yang ada di Khaosan Road, Tiketnya cukup mahal, 750 bath, itupun setelah ditawar, dan akhirnya kami baru tau kalau tiket yang kami beli itu adalah VIV Class. Sebenanrnya kita bisa beli tiket di Terminal Bus yang ada di Bangkok, dan harga yang didapat pastinya lebih murah dari pada agen travel, hanya saja informasi mengenai terminal ini tidak kami dapat.

             Tepat pada pukul 18.00 ada minivan yang menjemput kami dari Khaosan Road ke Terminal di Bangkok, di terminal ini kita akan di dipindahkan ke bus yang lebih besar, busnya keren, 2 tingkat, jujur saja bus seperti ini belum pernah ku jumpa di Indonesia. Sepertinya di Bangkok semuanya udah diatur mengenai tinggi tiang listrik, baleho, dan jembatan penyebrangan jadi bus yang segede itu bisa lalu lalang dijalan. Oh ya, dibus  kami punya kenalan baru, namanya Alberto, ABG asal Italy, bahasa Inggrisnya medok banget, mirip di film “Eat, Pray and Love”. Hehehe

              Bus ini melaju perlahan dari Bangkok ke Phuket menembus keheningan malam, jarak yang ditempuh kira-kira 12 jam karena kami tiba di bangkok tepat pukul 07.00. oh ya, karena kami beli tiket yang ViV, jadi pas berenti di rest area (aku gak tau daerah mana karena pas bangun tidur udah berenti aja tu bus di rest Area) kita dapat makan gratis, mewah lagi. Tapi sayangnya makanan yang disuguhi adalah Pork, mau tidak mau ya gak bisa makan, coba tadi menunya ayam lado hijau atau rendang, beh.....udah aku embat habis-habisan.

               Pada pukul 07.00, kami sampai di Phuket dan Bus berhenti di Terminal Bus Phuket II,  denger-denger sih katanya terminal ini baru, sebelumnya terminal bus ada di tengah kota. Sebelum meninggalkan terminal kami menyempatkan untuk membeli tiket bus ke Hat Yai untuk besok malam. Awalnya kami linglung cari informasi  mengenai Phuket karena setiap orang yang kami tanya bahasa inggrisnya susah dipahami, tapi tetap aja informan itu ngasi petunjuk dengan senyum-senyum seakan kami paham, dan akhirnya kami bertemu dengan orang yang tepat, kami jumpa ama salah seorang karyawan Hotel di Trotoar, bahasa inggrisnya bagus banget, kami aja kalah hehehe. Ketika dia dengan kami dari indonesia, dia agak histeris gitu, katanya dia pernah ke Surabaya dan Bali pada tahun 2010, katanya indonesia bagus banget. Karena kami beda arah, jadi mbak itu minta ke anak-anak sekolahan yang rambutnya sebahu untuk mengantarkan kami ke Phuket town. Dan tibalah bus yang ditunggu-tunggu, dan...eng ing eng......busnya macho banget, warnanya Pink, belum ada yang kek gini di Indonesia, baknya terbuka, biasanya bus kek gini dijadiin mobil ngangkut barang atau hewan, selama di bus kami gak ada ngomong apa-apa ama anak sekolahan. yang lucunya, Jefri sempat-sempatnya tidut di bus ini dan jadi tontonan orang se-bushahahaha.....kecapean kali karena jefri gak bisa tidur abis dingin banget.

ini ne mbak yang lagi minta tolong ke ABG phuket untuk nganterin kami ke Phoket Town

dari Bangkok ampe Phuket, rambut siswa-siswanya sebahu semua..

ini ne bus macho, pingky yang aku ceritain

Jefri lg tidur di bus Pingky, kecapean kali ya...


          Oh ya, perlu diketahui kalai di Phuket mayoritas masyarakat di Pinggiran beragama Islam jadi sepanjang jalan bakalan banyak cewek-cewek pake Jilbab tapi tetap aja kominikasi agak susah karena terkendala bahasa. Awalnya kami kira orang yang berjilbab itu orang indonesia eh ternyanta mereka ngomong pake bahasa Thai.

Oh ya. di Phuket Town, kami jumpa dengan backpaker wanita sebanyak 6 orang, katanya mereka anak-anak IPB (salut dah ama backpaker IPB), mereka nunjukin guest house yang lumayan murah dan berbagai paket wisata yang murah juga. Karena salah satu paket wisata yang buat sakau itu lautnya, jadi hasrat untuk mencari paket tur ke Phi-Phi Island lebih besar dari pada nyari Guest House.

             Akhirnya setelah hampir 1 jam nyari-nyari, dapat juga paket tur dan hotel yang murah dan bersahabat namun setelah negoisasi yang panjang. suasa di phuket memang gak seramai bangkok jadi agak leluasa kalau mau nyebrang dll.  pada kesempatan kali ini kami menginap di Thavorn Hotel, hotelnya keren, murah dan  bersejarah dan nyaman walaupun bangunannya gak terlalu bagus. Bayangkan, di hotel ini ada Meseumnya, ada wifi, mantap banget deh pokoknya.

Setelah istirahat sejenak....dan tibalah waktu kelayapan di Phuket.

Ruang Lobby Thavorn Hotel, pengunjung lg wifi-an gratis

nuansanya klasik dan bersejarah, selain itu harganya murah lagi. recomended banget dah....



0 comments:

Post a Comment

 
Advertise
300x250
Here

Ads by Seocips.com

About